MENGORGANISIR DUKUNGAN SPK

Posted: 4 February 2008 in Sistem Penunjang Keputusan
Tags: ,

SPK : suatu data/informasi yang diolah untuk menghasilkan suatu output diberikan kepada manajemen untuk mengambil keputusan.

Komponen2 SPK:
1. Subsistem Manajemen Basisdata
2. Subsistem Manajemen Basis Model
3. Subsistem Perangkat lunak Penyelenggara Dialog

Sistem penunjang keputusan telah banyak digunakan dalam sejumlah besar organisasi, dan dalam pengembanganya dibutuhkan dukungan organisasi untuk membantu usaha SPK. Dukungan usaha ini antara lain membantu pemakai dalam mengevakuasi produk hardaware dan software, memberikan akses ke data dan berpartisipasi dalam pengembangan aplikasi.
Namun demikian yang pertama kali harus ditetapkan atau diputuskan adalah mengenai unit mana yang akan bertanggung jawab memberikan dukungan terhadap usaha SPK.

Penempatan Organisasi SPK
Organisasi dapat menggunakan berbagai macam penempatan organisasional dalam SPK. Hal ini tergantung bagaimana organisasi itu memilih untuk memusatkan atau mendistribusikan tanggung jawab SPK.

Ada sejumlah pandangan tentang asal mula (penempatan) kelompok SPK dalam organisasi :
1. Kelompok analis sistem aplikasi dan kelompok alat reorentasi.
2. Kelompok riset operasi/ilmu manajemen.
3. Departemen perencanaan dan kelompok analis staff.
4. Kelompok SPK yang dirancang secara formal.

Ada keuntungan dan kerugian dari berbagai alternatif penempatan tersebut, dapat di jelaskan di bawah ini:
1. kelompok Analis Sistem Aplikasi dan Kelompok Alat Reorentasi.
Dalam hal ini dukungan SPK ditempatkan di tangan profesional pemrosesan data.
Keuntungannya :

  1. Para personel adalah orang yang terlatih dan trampil dalam menggunakan hardware & software komputer.
  2. Personel terdiri dari orang yang berpengalaman dalam membuat/mengembangkan aplikasi komputer.
  3. Mampu memberikan dukunga teknis yang baik.

Kelemahannya:

  1. Para personel cenderung terorentasi dengan metodedan aplikasi sistem informasi tradisional,
  2. Ketrampilan dan pengalaman personel hanya memiliki kemampuan transfer yang terbatas untuk pekerjaan SPK.
  3. Personel mempunyai pemahaman terbatas mengenai sifat keputusan yang dihadapi manajer.

2. Kelompok Riset Operasi/Ilmu Manajemen
Keuntungannya :
Pendekatan RO/IM lebih cocok untuk pembuatan keputusan terstruktur dari pada pembuatan keputusan semi atau tak terstruktur.
Kelemahannya:
Kelompok RO/IM ini adalah sangat trampil melakukan modeling dalam memberikan dukungan keputusan berdasarkan komputer, sehingga kurang sesuai dengan masalah dan keputusan dalam area fungional.

3. Kelompok Departemen Perencanaan dan Kelompok Analisa Staf
Keuntungannya :

  1. Menjadi tempat dilokasikan berbagai aplikasi SPK potensial.
  2. Mempunyai kontak yang terus menerus dengan personel manajemen dan personel area fungsional.
  3. Mereka berbicara dengan bahasa yang bisa dipahami pemakai SPK.

Kelemahannya:

  1. Kepentingan SPK lebih besar untuk keperluan mereka sendiri dari pada untuk aplikasi pemakai potensial yang lain.
  2. Lemah dalam memberikan dukungan teknis dan tidak dekat dengan departemen layanan data/database.

4. Kelompok SPK yang dirancang secara formal.
Beberapa organisasi telah menciptakan unit organisasi baru yang dirancang secara formal untuk bertanggung jawab atas aktivitas SPK.
Keuntungannya :

  1. Dapat mengkombinasikan secara tepat staf yang memiliki ketrampilan yang diperlukan untuk pekerjaan SPK.
  2. Jangkauan tanggung jawab dukungan SPK mudaj untuk ditetapkan.

Kelemahannya:
Karena merupakan kelompok kecil, khusus dan baru, maka kelompok ini tidak mempunyai dukungan polotik yang kuat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s