Selamat Jalan Bro

Posted: 14 February 2008 in Umum
Tags: ,

Pagi2 buta di telpon pacar gw tuk benerin data komputernya yang ilang, ada kali sekitar jam 6 pagi (jam segitu kan masih tidur harusnya) tapi ya karena data yang ilang itu penting katanya. Udah coba di tuntun lewat telpon tapi gak berhasil. Gw ya rela berkorban dengan segala jiwa raga untuk mandi pagi dan langsung meluncur ke rumah dia. Yah udah pagi2 grimis mengandung mengundang lagi, aduh cobaan apa lagi yang harus gw tanggung ???

Setelah sekitar 1/2 jam-an perjalanan akhirnya nyampek juga ke rumahnya. Kalo diliat dari kasusnya sih lum keliatan, tapi ya karena buru2 jadinya tuh data di entri ulang sama gw. Dengan kekuatan mengetik gw yg pas2an akhirnya kelar juga dengan waktu yang gak selama gw kira. Sebenernya ngetik datanya sih gampang, tapi untuk nyusun data sebelum diketik itu yang lama. Jadinya ngetiknya ya pasti nunggu draftnya dong. Setelah selesai ngerjain kita langsung berangkat ke kantor buat nyerahin tuh data ke bosnya pacar gw. Dengan semangat yang berkobar2 kita berangkat dengan ujan yang semula gerimis trus jadi lebat, bener2 dah pokoknya.

Nyampek kantor kok ada banyak orang ngumpul ya di lobby kantor, sampe2 GM dan managernya kumpul disana. Jadi bingung, eh langsung pacar gw bilang “Eh l, sibro meninggal”. Daag kaget langsung gw, temen gw ini namanya emang Sibro lengkapnya adalah Ahmad Sibro. Katanya sih meninggal pas dlm perjalanan ke kantor. Lewat Cawang trus ditenggor ama Bis kota yang mau ke Bogor. Menurut gw kayaknya gak ada temen kantor yang gak kenal Beliau. Orangnya hangat dan gampang akrab sama orang2 disekitarnya, kalau inget ama sibro itu dia pengen ngekos deket kantor. Dulu gw emang ngekos makanya beliau mungkin kejauhan dari tempat tinggalnya.  Berikut email yang di layangkan kepada temen2 kantor

“Yth Bapak dan Ibu

Informasi yang kami terima pagi hari jam 8.15 sangat menyesakkan dada. Saya sempat bingung karena rekan di media relation telepon dengan suara menangis, saya setengah tak percaya bahwa Sibro kecelakaan dan meninggal ditempat. Informasi yang didapat, sibro adalah korban tabrak lari. Sesampai dikantor saya menuju HRD untuk mencari informasi alamat Sibro Malisi, namun rupanya Almarhum hanya mencantumkan alamat tempat kostnya. Akhirnya teman TMC mempunyai data alamat rumah. Setelah koordinasi sejenak dapat informasi dari Rekan News bahwa Sibro sudah dibawa ke RSCM setelah sebelumnya sempat dibawa ke RS UKI. Sampai di RSCM jam 9.30 karena situasi jalan yang sangat macet sehubungan hujan rintik. Sesampai disana, korban belum dilakukan tindakan. Tindakan dapat dilakukan apabila ada surat dari kepolisian sektor prumpung, kebon nanas Halim  untuk pencabutan rencana otopsi bagian dalam. Akhirnya setelah bernegosiasi dengan administrasi forensik, korban di mandikan dan dikafankan. Kami berhasil menghubungi paman korban dan menyampaikan kabar buruk ini sekaligus menanyakan mengenai lokasi rumah. Sempat terpikir untuk membawa Almarhum ke TPI untuk memberikan penghormatan terakhir dan disemayamkan di Mesjid Annida namun rupanya rumah korban kurang lebih 2.5 jam perjalanan. Dengan mempertimbangkan jauhnya jarak dan sebagai muslim harus dimakamkan dalam waktu 24 jam dan diskusi dengan keluarga akhirnya diputuskan untuk membawa langsung kerumah duka.

Saat akan membawa Almarhum kerumah duka ternyata pihak rumah sakit tetap tidak mengijinkan korban dibawa tanpa surat polisi, kembali kami bernegosiasi dan menyampaikan bahwa rekan TPI sudah di kantor polisi dan bersama polisi akan kerumah sakit mengantarkan surat yang diperlukan. Akhirnya pada pukul 11.00 Almarhum bisa dibawa kerumah duka dikampung baru Rajeg, Tangerang.  Sesampai dirumah duka jam 2.00 situasi rumah sudah hingar bingar, ibu korban menangis histeris demikian pula keluarga lainnya namun bapak Almarhum terlihat tegar dan merelakan Almarhum yang meninggal dalam keadaan syahid karena berangkat tugas kekantor. Kampung rajeg memang kampung kelahiran Sibro, disitu pula dimakamkan kakek dan nenek almarhum. Setelah disholatkan di mesjid didepan rumah, pada pukul 03.30 almarhum dibawa ke pemakaman yang berjarak hanya 100 meter dari rumah duka. Sibro dimakamkan berdampingan dengan makam kakek dan neneknya .

Sibro adalah sosok yang ramah, tidak pernah mengeluh, pekerja keras dan setia kawan. Ketika acara selesai, bro tetap setia menemani rekan Infotainment untuk mencari berita. Kami di Divisi Corporate Secretary benar-benar kehilangan seorang rekan kerja yang tangguh.

Kami atas nama Almarhum, mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan TPI dan TMC yang telah menyampaikan simpati, ikut membantu mulai dari proses kepolisian hingga prosesi pemakaman. Atas nama Almarhum pula kami menyampaikan maaf apabila Almarhum mempunyai kesalahan baik perbuatan maupun ucapan yang tidak berkenan dihati rekan sekalian dan apabila Almarhum meninggalkan hutang piutang baik di koperasi maupun rekan lainnya mohon kiranya dapat menghubungi kami untuk diselesaikan.

Selamat jalan Ahmad Sibro Malisi, doa kami selalu menyertaimu. “

Banyak temen2 gw pada ke rumah duka mulai pagi sampai jam 5 sorean. Seperti yang dibilang GM-nya Public Relation perjalannya ke sana aja butuh 2,5 jam. Suasana kantor jadi duka seketika waktu kabar itu menyebar. Selamat jalan Sibro, semoga amal perbuatan diterima disisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan iman. Amien… Ya Robbal Alamiin..

Comments
  1. mahrus says:

    Oh ya, liputan TPI telah menayangkan berita kecelakaan Sibro ini ke Program SIDIK TPI hari ini Jumat mulai jam 11.00 WIB.

    mahrus:
    Sama-sama kita doakan yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s